
Tanggal 18 februari 2011 yang lalu terselenggara juga kopdar budaya pertama di starbucks oakwood,,,acara dimulai dengan coffee seminar oleh @SbuxIndonesia, kemudian bedah lagu ironic nya alanis morisette,,baru kemudian menyusuri topik utama pembahasan kopdar budaya kali ini mengenai dunia twitter yang seolah menjadi dunia baru dalam cara bersosialisasi kekinian.
Seperti sudah cukup lumayan banyak pembahasan malam itu, ketika saya datang telat karena masih ada pekerjaan kantor yang harus diselesaikan. lumayan banyak yang datang malam itu untuk ukuran acara pertama kopdar budaya malam itu ada @mumualoha dan @ta2surya ( sebagai pioneer), @eugenekwan, ikoy, @MissInggrid, @haypeps, @fadiltimorindo, ardhe, waraney, @arian14022, @violeteye, @fanabis,,sama satu lagi aku lupa maap yah ,,namanya sapa yah?
masih inget jaman dulu heboh-hebohnya friendster,,trus mengalami tansisi ke arah lebih baik dengan hadirnya si facebook yang berhasil menemukan kembali teman-teman masa kecil , saudara-saudara yang tak lama ketemu menjadi berkomunikasi kembali walau hanya melalui dunia maya,,,,seolah teknologi tidak pernah tidur,,dimana dalam satu tahun terkahir euphoria twitter semakin bergema dan menjadi ajang sosialisasi paling hedon. dan rasanya si burung tweet ini masih harum namanya dan masih manis rasanya untuk menjadi teman maya kapanpun,dimanapun,,dan dengan siapapun.
sambil membahas mengenai twitter,,sekeliling kami seolah iri dengan meja kami yang penuh berisi coffee gratis dari Starbuck Indonesia dan tak kalah pula ditemani oleh brownies yang semakin menambah semarak kopdar budaya malam itu.
Setiap orang seolah bebas tanpa batas nge-tweet apa saja yang hendak ditulisnya, mulai dari bahasa sopan , nyinyir bahkan kadang sarkasme,,,sungguh menarik bukan. dimana masyarakat kita selalu berorasi mengumandangkan mengenai kebebasan berbicara,,seolah twitter menjadi lahan untuk hal itu. saya menjadi salah satu si pengguna twitter,,,seolah saya merasa dunia harus tahu saya sedang apa? apa yang sedang terjadi dalam hidup saya? apa yang saya inginkan? .....seolah twitter adalah dinding curhat yang sekali saya tulis,,,seluruh dunia yang mengakses twitter saya akan tahu isi hati saya,,
kadang lucu juga sekarang banyak yang menulis statement-statement yang tiba-tiba menjadi paten hal tersebut adalah Quotenya,,,,,padahal kata arian juga "Semua yang loe tulis di ruang publik, menjadi milik publik. Ironi bukan? menggelitik mendengar ada hashtag maling tweet atau semacamnya ,,,,,yang seolah orang-orang tersebut adalah main holder twitter sementara follower-followernya hanyalah second line pengguna twitter.
twitter memang sudah berkembang tanpa batas bahkan sekarang twitter dijadikan ajang advertising dengan twitter berbayarnya pada orang-orang yang bisa meraup mangsa banyak. namun satu hal memang yang benar-benar tampak,,,orang-orang menjadi skeptis dengan twitter,,,gak jarang ketika berkumpul dengan teman-teman bisa pada diem-dieman dan malah asyik bertemu melalui twitter,,pada hal duduk bersebelahannn,,,bahkan kadang pacaran gaya kini pun lewat twitter,,,,,ohhhhh yang ini nich yang sungguh-sungguh ironi!!!!!!!!
pembahasan pun berlanjut dengan twitter sebagai ajang popularitas,,,,tak banyak orang setiap hari mencari followernya ,,,,agar dunia tahu bahwa mereka punya banyak follower , dengan pemikiran semakin banyak follower dirinya berasa celebtweet dan semakin luas dunia yang tahu apa yang terjadi dengan dirinya.....nah untuk hal ini kita bisa membagi tipe manusia twitter menjadi dua yaitu: 1) YOU ARE WHAT YOU TWEET dan 2) Pencitraan,,,nah untuk yang kedua ini seolah masing-masing individu membentuk avatar dengan personality yang seolah-olah dibentuk menjadi image yang sama antara yang di inginkan oleh tweeps dengan si followernya,,,yang ujung-ujungnya hanya sebagai muara bagi makhluk yang kita namakan IDENTITAS! sekali lagi ironiiiii menurut kamiiii hahahhahahaah
tak jarang pula twitter menjadi lahan gosip dan banyak informasi mentah yang terlontar didalamnya,,perlu tindak lanjut dan verifikasi lebih jauhhh,,,jangan ditelan mentah-mentah dan diretweet dengan begitu gampangnya
dan malam itu saya sangat suka dengan statement waraney yang mengatakan bahwa dunia seperti ini adalah akun generik yang berlanjut ke kopdar besar, bikin buku lalu bermuara di cari jodoh,,,hahahhahahaha,,,mudah-mudahan ah nanti nemu jodohhhh ikut beginiann,,,,IRONI?? untuk hal ini saya setuju ah dengan keironian yang skeptis ini.
sebenarnya masih banyak yang dibahas malam itu,,,sangat menambah informasi dan wawasan saya mengenai dunia pertwitteran,,,,begitu banyak yang dibahas malam itu sampai-sampai saya bahkan tidak mampu mengingatnya lagi,,,,namun pada waktu itu my inerbiuti freund pepito melaporkan dari tempat kejadian kok yang aktiv ngetweet selama @kopdarbudaya berlangsung....
kesimpulan dari pembahasan malam itu MISTERI sich,,,,tergantung bagaimana kacamata perspektif kita mengambil conclusionnya
dan kata temen saya yujin,,setelah dari kopdar budaya,,,bahasa twitter saya semakin berbudaya dan menggelitikkkkkk hahahhahahahahaha
saya senang! apalagi kopdar budaya ini akan diadakan tiap bulan,,,thanks buat pembicara malam ini ya,,,saya semakin bertambah wawasannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar